Saat bermain game online, pemain mungkin menemukan musuh yang langsung menyerang begitu karakter mendekat. Namun, ada juga musuh yang hanya berdiri, berpatroli, atau bahkan melewati pemain tanpa memberikan reaksi.
Perilaku tersebut bukan berarti sistem game mengalami masalah. Dalam banyak permainan, developer memang memberikan beberapa kondisi yang harus terpenuhi sebelum AI musuh mulai menyerang.
Game dapat memeriksa jarak, arah pandangan, suara, posisi, hingga keadaan musuh. Berbagai aturan tersebut membuat perilaku karakter terasa lebih masuk akal dan pertarungan tidak terjadi setiap saat.
Musuh Memiliki Jarak Deteksi
Salah satu aturan paling umum adalah jarak deteksi musuh.
Musuh biasanya hanya memperhatikan rajazeus lingkungan dalam wilayah tertentu. Jika pemain masih terlalu jauh, AI tidak akan memberikan respons.
Misalnya, seorang penjaga memiliki jarak deteksi 20 meter. Selama pemain berada di luar area tersebut, penjaga tetap menjalankan aktivitasnya.
Ketika pemain mendekat, sistem mulai memeriksa keberadaan karakter.
Cara ini mencegah musuh mengejar pemain dari jarak yang tidak masuk akal.
Musuh Harus Bisa Melihat Pemain
Jarak dekat belum tentu membuat musuh langsung menyerang.
Game juga dapat memeriksa apakah pemain berada dalam bidang pandang musuh.
Jika pemain berdiri di belakang penjaga, AI mungkin tidak mengetahui keberadaannya. Hal yang sama dapat terjadi ketika tembok, pohon, kendaraan, atau objek lain menghalangi pandangan.
Developer dapat memberikan sudut pandang tertentu kepada musuh. Karakter yang berada di depan lebih mudah terlihat dibandingkan pemain yang bergerak dari samping atau belakang.
Sistem seperti ini sering menjadi bagian penting dalam game stealth.
Suara Bisa Membuat Musuh Curiga
Musuh tidak selalu membutuhkan penglihatan untuk mengetahui keberadaan pemain.
Game juga dapat menggunakan suara.
Berjalan pelan mungkin tidak menghasilkan suara yang cukup kuat. Sebaliknya, berlari, menembak, menjatuhkan benda, atau membuka pintu dengan keras dapat menarik perhatian.
Namun, mendengar suara tidak selalu membuat musuh langsung menyerang.
AI dapat memasuki kondisi waspada terlebih dahulu. Musuh kemudian berjalan menuju sumber suara dan memeriksa area tersebut.
Jika menemukan pemain, barulah pertarungan dimulai.
AI Memiliki Beberapa Kondisi Perilaku
Musuh biasanya tidak hanya memiliki dua pilihan antara diam dan menyerang.
Developer dapat memberikan beberapa kondisi atau AI state, seperti:
- diam,
- berpatroli,
- curiga,
- mencari,
- mengejar,
- menyerang,
- melarikan diri.
Musuh dapat berpindah dari satu kondisi menuju kondisi lainnya berdasarkan situasi.
Misalnya, penjaga sedang berpatroli lalu mendengar suara. Kondisinya berubah menjadi curiga. Setelah melihat pemain, AI mulai mengejar dan akhirnya menyerang ketika jaraknya cukup dekat.
Tahapan tersebut membuat perilaku musuh terasa lebih alami.
Jarak Serangan Juga Memiliki Batas
Musuh mungkin sudah mengetahui posisi pemain tetapi belum langsung menyerang.
Hal tersebut dapat terjadi karena pemain masih berada di luar jangkauan serangan.
Musuh yang menggunakan pedang harus mendekat terlebih dahulu. Sementara itu, karakter yang menggunakan senjata jarak jauh mungkin mencari posisi yang lebih sesuai.
AI kemudian menghitung jarak sebelum memilih tindakan.
Karena itu, musuh yang terlihat diam sesaat belum tentu kehilangan target. Bisa saja sistem sedang menentukan tindakan berikutnya.
Musuh Bisa Menunggu Kesempatan
Dalam beberapa game, semua musuh tidak menyerang secara bersamaan.
Bayangkan pemain dikelilingi sepuluh musuh dan semuanya menyerang pada waktu yang sama. Pertarungan dapat menjadi sulit dibaca dan terasa tidak seimbang.
Developer dapat membuat sistem yang mengatur giliran atau kesempatan menyerang.
Beberapa musuh maju, sementara karakter lainnya menjaga jarak atau mengelilingi pemain.
Setelah satu musuh selesai menyerang, karakter lain mendapat kesempatan berikutnya.
Teknik tersebut membuat pertempuran terlihat ramai tanpa membuat pemain menerima serangan dari semua arah secara terus-menerus.
Kondisi Musuh Memengaruhi Keputusan
AI juga dapat mempertimbangkan keadaan karakter.
Musuh dengan kesehatan rendah mungkin memilih mundur. Karakter tertentu dapat mencari perlindungan ketika menerima banyak serangan.
Ada juga musuh yang berhenti menyerang karena kehabisan stamina, sedang mengisi ulang senjata, atau menunggu kemampuan tertentu siap kembali.
Dengan demikian, keputusan AI tidak hanya bergantung pada keberadaan pemain.
Kondisi musuh ikut menentukan tindakan yang dipilih.
Beberapa Musuh Memiliki Sifat Berbeda
Tidak semua karakter harus agresif.
Developer dapat memberikan karakteristik berbeda kepada setiap jenis musuh.
Hewan tertentu mungkin hanya menyerang jika pemain terlalu dekat. Penjaga dapat memberikan peringatan terlebih dahulu. Sementara itu, musuh agresif langsung mengejar ketika melihat pemain.
Perbedaan tersebut membuat pemain perlu memahami perilaku setiap karakter.
Pemain tidak dapat menganggap semua makhluk yang ditemui akan memberikan reaksi yang sama.
Musuh Bisa Kehilangan Jejak
Setelah pertarungan dimulai, pemain terkadang dapat melarikan diri.
Jika pemain berhasil bersembunyi atau bergerak cukup jauh, musuh dapat kehilangan informasi mengenai posisi terbaru.
AI mungkin mencari di lokasi terakhir tempat pemain terlihat.
Setelah beberapa waktu tidak menemukan apa pun, musuh menghentikan pencarian dan kembali berpatroli.
Sistem tersebut mencegah karakter mengejar pemain tanpa batas ke seluruh map.
Musuh yang Diam Bisa Membangun Ketegangan
Developer juga dapat sengaja menunda serangan untuk menciptakan suasana tertentu.
Bayangkan pemain memasuki ruangan dan melihat musuh berdiri jauh di ujung ruangan.
Musuh tidak bergerak.
Pemain kemudian mulai bertanya apakah karakter tersebut akan menyerang ketika didekati.
Ketidakpastian tersebut dapat membangun ketegangan lebih kuat daripada serangan yang langsung terjadi.
Karena itu, perilaku musuh dalam game juga menjadi bagian dari cara developer mengatur suasana.
Tidak Menyerang Membuka Pilihan Lain
Musuh yang tidak selalu agresif memberikan lebih banyak pilihan kepada pemain.
Pemain dapat melewati penjaga secara diam-diam, mencari jalan alternatif, mengalihkan perhatian, atau menghindari pertarungan sepenuhnya.
Game kemudian tidak hanya mengandalkan kemampuan bertarung.
Pemain juga dapat menggunakan pengamatan dan strategi untuk menyelesaikan suatu bagian.
Hal ini sangat penting pada permainan yang memberikan kebebasan dalam menentukan cara menghadapi sebuah situasi.
Penutup
Musuh tidak selalu menyerang karena AI perlu memeriksa berbagai kondisi sebelum menentukan tindakan. Jarak, arah pandangan, suara, jangkauan serangan, kesehatan, dan posisi pemain dapat memengaruhi keputusan musuh.
Selain itu, developer dapat memberikan beberapa kondisi seperti berpatroli, curiga, mencari, mengejar, hingga menyerang. Musuh juga dapat kehilangan jejak atau memilih mundur ketika situasi berubah.
Dengan sistem tersebut, AI musuh dalam game tidak sekadar mengejar pemain setiap kali bertemu. Perilaku yang lebih beragam membuat pertarungan terasa alami sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain untuk mengamati, menghindar, atau menentukan strategi sebelum mengambil tindakan.
Baca juga : Mungkinkah AI Mendesain Game Sendiri Secara Mandiri?

.png)